Jakarta, IKMI DPW Jabodetabek sukses menggelar sebuah acara kekinian pada hari Rabu, 25 Desember 2019. Acara yang diberi nama “Sarasehan Milineal Congaban” atau bisa disingkat SMC ini bertempat di Grand Picasso Hotel, Jl. Kebon Kacang XIX Jakarta Pusat.Acara SMC ini digelar berawal dari munculnya problem-problem yang dialami oleh para santri setelah menjadi alumni. Maka dari itu panitia akhirnya mengambil tema ‘Santri Milenial dan Problematika Kekinian’ dalam acara ini ” ujar Baynah Tsana’i Bendahara acara SMC.
Event Sarasehan Milenial Congaban kali ini terkonfirmasi dihadiri oleh +- 70 peserta. Menurut Firda Fajria Rosida selaku Sekretaris acara yang menghandle saat registrasi peserta, acara tersebut notabene dihadiri oleh alumni yang berusia 40 tahun kebawah atau yang biasa disebut dengan kalangan milenial yang mana sasaran utama peserta memang dari kalangan mereka. Namun tak sedikit pula alumni senior yang ikut memeriahkan acara tersebut.
Acara dimulai dengan Opening Ceremony yang diisi dengan sambutan Pengurus Inti IKMI DPW Jabodetabek sekaligus mewakili panitia pelaksana. Sambutan disampaikan oleh Ust. Balyan Abul Abbas, S.Pd.I selaku Sekretaris Jenderal IKMI DPW Jabodetabek beliau mewakili Ketua Umum yang kebetulan berhalangan hadir. “Semoga acara ini dapat mempererat tali silaturrahim antar alumni di DPW Jabodetabek dan semua alumni baik yang muda maupun senior bisa terus kompak dan dapat bersinergi serta kita semua yang hadir dapat mengambil ilmu dari narasumber sehingga bisa bermanfaat untuk alumni kedepannya” ucap beliau dalam penggalan sambutannya.
Untuk susunan acara pada kegiatan ini, Ayu Sekarni selaku Divisi Acara menuturkan bahwa acara ini berdurasi 4 jam yang mana akan diisi dengan Pemaparan Materi, Dialog Interaktif/Sharing Season, selain itu acara ini diselingi dengan Intermezzo berupa pembagian DoorPrize dari para Sponsor serta acara akan ditutup dengan Closing Statement dan Do’a.
Narasumber dalam acara SMC kali ini bukanlah orang asing dimata para alumni. Karena para narasumber merupakan Majelis Keluarga PP. Miftahul Ulum Al-Islamy Congaban yaitu Gus H. Ghulam Tafrihi, S.T (Putra ketiga Alm. KH. Moh. Ilyas Khotib/ Adik dari KH. Moh. Ayyub Mustofa, MA pengasuh PP. Miftahul Ulum Al-Islamy Congaban saat ini). Beliau didampingi sang istri Ning. Hj. Atina Izzah Wahid Maktub, S.Hub.Int, M.Sc tak lupa pula putri beliau Ning Aira ikut menemani.
Sengaja memang panitia meminta beliau berdua untuk menjadi narasumber SMC kali ini. Karena acara seperti ini baru pertama kali dan beliau berdua juga sangat mensupport dan antusias ketika panitia meminta kesediaan beliau berdua. Gus Ghulam juga menuturkan siap membantu mencari koneksi untuk narasumber pada acara selanjutnya jika akan diadakan lagi. Kami pun menjadi semangat untuk mengkonsep acara selanjutnya dengan tema yang berbeda tentunya namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan alumni. Mungkin nanti akan ada SMC 2.0. Do’akan saja” ujan Moh. Ilham Lukman Hakim sang Ketua Panitia Pelaksana SMC kali ini kepada Tim Koresponden congaban.com Jakarta.
Ketika sesi pemaparan materi Gus H. Ghulam Tafrihi, S.T menyampaikan bahwa saat akan terjun ke masyarakat, santri mempunyai beberapa modal yang tidak dimiliki oleh orang lain diantaranya : 1. Adab yang lebih baik., 2. Penguasaan Ilmu Agama diatas rata-rata., 3. Adaptable, Mandiri & Sederhana., 4. Moderat & Toleran.
Saat sesi Dialog Interaktif/Sharing Season salah satu pertanyaan yang muncul adalah tentang wanita karir yang mana pertanyaan ini dijawab langsung oleh Ning Hj. Atina Izzah Wahid Maktub, S.Hub.Int, M.Sc.
Acara Sarasehan Milenial Congaban berakhir pada pukul 15.00 WIB. Setelah sesi pemberian cinderamata kepada narasumber dan sesi foto bersama, tim congaban.com sempat bertanya kepada 2 Pengurus Inti DPW IKMI Jabodetabek perihal acara tersebut yaitu Ust. Ach. Fauzi, S.Pd.I yang mengatakan “Acara ini Sukses, Mantap !” ujar beliau. Hal senada juga diutarakan oleh Ust. Moh. Romli, S.Pd.I “Selamat kepada panitia atas suksesnya acara ini. Semoga acara seperti ini bisa diadakan kembali dengan tema yang berbeda. Yaa minimal 6 bulan sekali lah” tutup beliau.