Congaban, Bangkalan – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Modung 1 masa khidmat 2023-2028 resmi dilantik, Rabu (10/1) siang. Acara pelantikan digelar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Islamy Congaban Patereman Modung Bangkalan, dengan mengusung tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban.”

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangkalan, RKH. Muhammad Makki Nasir, M.Pd.I. atau yang lebih akrab disapa Ra Makki, sekaligus penyerahan SK Kepengurusan kepada Rais Syuriah MWCNU Modung 1 terpilih, KH. Maulana Mansur.

Dalam sambutannya, KH. Moh. Ayyub Mustofa, MA., Ketua Tanfidziyah MWCNU Modung 1 terpilih meminta doa restu, arahan dan dukungan dalam mengemban amanah berkhidmat bersama NU. Kiai Ayyub menyampaikan;

“Kami selaku pengurus baru di MWCNU Modung 1, meminta doa panjenengan, juga meminta arahan dan bimbingan, khususnya dari PCNU Bangkalan, agar ke depan kami bisa terus berkhidmat di NU, terus mengabdi di NU. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan barokah dari pendiri Nahdlatul Ulama.”

Ra Makki mengingatkan, merawat jagat dan membangun peradaban menjadi tanggung jawab bersama warga Nahdliyyin demi terwujudnya Islam Rahmatan lil Alamin. Perbedaan pandangan di kalangan ulama terdahulu adalah hal yang lumrah, tidak perlu terlalu dipersoalkan, dan tidak perlu diperuncing.

“Para Waliyullah tempo dulu sudah terbiasa dengan berbagai perbedaan dan hal-hal baru di zamannya. Sehingga lahirlah akulturasi budaya yang beragam nan mempesona. Maka hal inilah yang dijaga betul oleh Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang didirikan oleh para auliyaillah,” tandas Ra Makki.

Isyarat tongkat dari Syaikhana Khalil Bangkalan dalam pendirian NU, menurut Ra Makki, memberikan pelajaran berharga. NU harus berdiri tegak di atas persatuan dan kesatuan. Perbedaan adalah sebuah niscaya. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana membingkai perbedaan itu dalam jalinan satu-kesatuan yang kokoh.

“Ini penting. Saya percaya bahwa pengurus NU apalagi di Modung 1, banyak S1nya, S2, S3. Artinya potensi dalam keilmuan ini tidak diragukan lagi. Tapi bagaimana agar frekuensi batin ini menyatu, bersama-sama meniatkan bergerak bersama NU dalam mengawal Ahlussunnah Wal Jamaah di tengah provokasi-provokasi yang ingin memecah dan lain sebagainya. Dengan Membangun potensi yang baik, membangun mental jaringan batin yang bagus, Nurullah-nya dijaga, oleh Syaikhana Khalil dikonsep dengan pergerakan persatuan dan kesatuan. Makanya isyarahnya tongkat, bukan kitab. Satukan, bukan seragamkan. Satukan seluruh perbedaan yang ada, baik itu pesantren, baik itu individu. Satukan!” imbuhnya.

Ra Makki juga meminta kepada kepengurusan baru MWCNU Modung 1 untuk segera mengadakan Musyawarah Kerja (Muker), merumuskan tujuan dan strategi program pengembangan SDM, bidang pendidikan dan lain sebagainya.

“Maka dari Musyawarah Kerja (Musker) ini, dibahas bagaimana detail langkah satu tahun kedepan. Karena dalam aturan AD/ART Pasal 83, setiap MWCNU harus mengadakan Musyawarah Kerja minimal paling sedikit tiga kali dalam periode masa khidmatnya,” tutup Ra Makki.

Tak ketinggalan, tamu kehormatan, KH. Marzuki Mustamar, Pengasuh PP. Sabilurrosyad Malang juga menegaskan perlunya menjalin hubungan harmoni di antara masyarakat NU dan masyarakat secara luas.

“Kebersamaan bersama NU, kebersamaan bersaman syaikhana, jauh lebih mahal daripada calon kita menang atau kalah. InsyaAllah memang begitu (seharusnya),” pesan Kiai Marzuki Mustamar.

Turut hadir dalam acara pelantikan ini, Camat Modung, Dedi Suherman Arif, SH, S. Sos, M.Si; Kapolsek Modung, Danramil Modung, Kepala Desa Patereman, Muslimat NU Ancab Modung 1 dan beberapa Banom NU.

Pewarta: Tim Jurnalis FIS MUALIS Congaban